Calendar

September 2015
SunMonTueWedThuFriSat
 << <Aug 2017> >>
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Posts sent on: 2015-09-22

22 Sep 2015 
Sebagai seorang wartawan kompeten tidaklah mudah, zakar skill yang baik dan pengalaman dengan luas tentang jagat kejurnalistikan. Namun, gak menutup kemungkinan wartawan pemula dapat menjadi wartawan yang terlatih. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kita terus dimudahkan dengan variasi kemudahan. Apabila dahulu kala seorang wartawan tentu mengunjungi kantor perangkat massa untuk menyalurkan tulisannya. Kini beserta adanya pelayanan tembusan elektronik atau email, akan sangat mempermudah wartawan mengirim tulisannya ke redaktur dimedia massa.


Masalah pengiriman berita kini tak lagi alasan. Akan tetapi ada masalah segar yang sering merayapi para wartawan pemula, yaitu kekurang percaya dirian wartawan tujum tulisannya, apakah tutup layak muat / tidak. Beberapa pewarta profesional yang punya banyak sekali pengalaman, meluluskan kita tips mudah agar tulisan kalian berkwalitas dan padan muat. Berikut tips yang bisa digunakan bagi wartawan pemula:


1# Rajin-rajinlah melancong.


Tak jarang, diperjalanan kita menemukan moment-moment Berita Harian yang menarik dan bagus untuk dimuat di media substansi. Seperti kecelakaan, pertunjukan budaya, atau kenyataan sosial lainnya. Berikut sangat penting, menuakan menjadi seorang pewarta diwajibkan untuk memiliki banyak referensi serupa bahan berita. Kekurang produktifan wartawan dalam menulis berita salahsatunya dikarenakan sedikit sungguh wartawan memperoleh keterangan.


2# Kuasailah Kapasitas dan Skill Kejurnalistikan.


Banyak wartawan pemula sering tidak dimuat tulisannya dimedia massa, ini dikarenakan wartawan kurang menguasai dan memahami komposisi 1 buah berita yang indah. Dimana unsur 5W1H yang tidak disajikan dgn baik. Maka, seorang wartawan haruslah menyimpan terlebih dahulu skill dan ilmu menyenggol kejurnalistikan, baik dalam proses penulisan, pengeditan dan pengiriman ke media massa. Prasarana massa di Nusantara tentu memiliki privat yang berbeda. Seorang wartawan harus mengetahui itu, jangan sampai tulisan yang member muat tidak tumplak standar suatu syarat.




3# Tulislah Lepas Baru Edit.


Seorang wartawan sering menyebrangi kesulitan memulai 1 buah tulisan. Butuh waktu lama, agar tulisan selesai dibuat. Hal tersebut tentu mau membuang waktu, seorang wartawan harus gapah. Tulislah apa secara sedang difikirkan, segalanya saja. Dari awal hingga akhir. Trendi kemudian setelah selesai, lakukan pengeditan dengan baik dan resmi.


4# Tulislah beserta Jujur, Singkat serta Padat.


Data bukti yang telah diperoleh dilapangan, jangan sampai dirubah/dimanipulasi hanya demi mengasi keinginan/kebutuhan pribadi. Keterangan harus jujur sekadar, dijabarkan tanpa terdapat unsur membohongi khalayak. Karena itu yaitu tindakan yang membobol kode etik dan jikalau ketahuan akan mengundang kekecawaan masyarakat apalagi pelanggaran hukum. selain itu, tulisan gak bertele-tele, artinya langsung ke pokok pembahasan. Berikut akan membuat pembaca merasa bosan secara tulisan yang terbuat. Bahkan redaktur mau menggagalmuatkan tulisan kalian.


5# Periksan Ejaan, Tanda Baca, serta Pola Piramida Terbalik.


Banyak wartawan perintis lalai dalam meneropong tanda baca. Kadang tulisan sering tidak diperhatikan tanda bacanya seperti titik, koma, tanda kutip dan sebagainya. Wartawan juga kudu memahami pola tulisan segitiga terbalik secara harus ada di dalam sebuah tulisan berita. Segitiga terbalik adalah istilah dimana lepek atas merupakan sesi tulisan yang benar penting dan memukau, yang disajikan dalam bentuk lead. Tingkatan kedua di kapasitas tulisan yang sedang penting, biasanya bercorak penjabaran dari laporan yang ada pada bagian lead. Tingkatan terakhir berupa penutup yang biasanya bobotnya kurang menarik, cuma sebagai pelengkap selalu.


Admin · 9700 views · Leave a comment
22 Sep 2015 
Menjadi seorang wartawan profesional tidaklah mudah, menginginkan skill yang elok dan pengalaman dengan luas tentang bumi kejurnalistikan. Namun, tidak menutup kemungkinan pewarta pemula dapat sebagai wartawan yang cakap. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kita terus dimudahkan dengan berbagai kemudahan. Apabila dahulu kala seorang wartawan tetap mengunjungi kantor syarat massa untuk menyalurkan tulisannya. Kini secara adanya pelayanan surah elektronik atau email, akan sangat mengecilkan wartawan mengirim tulisannya ke redaktur dimedia massa.


Masalah pengiriman berita kini bukan lagi alasan. Tapi ada masalah baru yang sering merayapi para wartawan pemula, yaitu kekurang beriman dirian wartawan akan halnya tulisannya, apakah sudah layak muat / tidak. Beberapa pewarta profesional yang memiliki banyak sekali pengalaman, memberi kita tips gampang agar tulisan kalian berkwalitas dan layak muat. Berikut trik yang bisa diterapkan bagi wartawan pembimbing:


1# Rajin-rajinlah merantau.


Tak jarang, diperjalanan kita menemukan moment-moment Berita Terbaru yang menarik & bagus untuk dimuat di media massa. Seperti kecelakaan, pertunjukan budaya, atau kenyataan sosial lainnya. Berikut sangat penting, menuakan menjadi seorang pewarta diwajibkan untuk ada banyak referensi sebagai bahan berita. Kekurang produktifan wartawan di menulis berita salahsatunya dikarenakan sedikit sekali wartawan memperoleh kebenaran.


2# Kuasailah Kepiawaian dan Skill Kejurnalistikan.


Banyak wartawan perintis sering tidak dimuat tulisannya dimedia masyarakat, ini dikarenakan pewarta kurang menguasai dan memahami komposisi 1 buah berita yang indah. Dimana unsur 5W1H yang tidak disajikan beserta baik. Maka, seorang wartawan haruslah menguasai terlebih dahulu skill dan ilmu hal kejurnalistikan, baik di proses penulisan, pengeditan dan pengiriman ke media massa. Prasarana massa di Indonesia tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Seorang wartawan harus terbuka itu, jangan sampai tulisan yang aku muat tidak menggenapi standar suatu tumpuan.


3# Tulislah Lepas Baru Edit.


Seorang wartawan sering melakoni kesulitan memulai sebuah tulisan. Butuh saat lama, agar vokal selesai dibuat. Hal tersebut tentu dengan membuang waktu, seorang wartawan harus cepat. Tulislah apa secara sedang difikirkan, apa-apa saja. Dari asal hingga akhir. Pertama kemudian setelah jadi, lakukan pengeditan secara baik dan betul.


4# Tulislah dengan Jujur, Singkat dan Padat.


Data fakta yang telah diperoleh dilapangan, jangan sampai dirubah/dimanipulasi hanya demi menggenapi keinginan/kebutuhan pribadi. Laporan harus jujur apa adanya, dijabarkan tanpa terselip unsur membohongi awam. Karena itu ialah tindakan yang mengabaikan kode etik dan bila ketahuan akan menyelundupkan kekecawaan masyarakat bahkan pelanggaran hukum. selain itu, tulisan tak bertele-tele, artinya segera ke pokok pembahasan. Berikut akan membuat pembaca merasa bosan dengan tulisan yang terbuat. Bahkan redaktur dengan menggagalmuatkan tulisan member.


5# Periksan Ejaan, Tanda Baca, dan Pola Piramida Terjungkal.




Banyak wartawan perintis lalai dalam menjajaki tanda baca. Kadang kala tulisan sering tak diperhatikan tanda bacanya seperti titik, koma, tanda kutip dan sebagainya. Wartawan juga mesti memahami pola tulisan segitiga terbalik dengan harus ada di sebuah tulisan petunjuk. Segitiga terbalik ialah istilah dimana lapisan atas merupakan potongan tulisan yang super penting dan mempesona, yang disajikan di dalam bentuk lead. Lapisan kedua di tajuk tulisan yang semua penting, biasanya bercorak penjabaran dari data yang ada pada bagian lead. Lapisan terakhir berupa puncak yang biasanya bobotnya kurang menarik, cuma sebagai pelengkap aja.


Admin · 6633 views · Leave a comment
22 Sep 2015 
Jadi seorang wartawan terlatih tidaklah mudah, perlu skill yang indah dan pengalaman yang luas tentang bumi kejurnalistikan. Namun, tidak menutup kemungkinan wartawan pemula dapat menjadi wartawan yang profesional. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kita langsung dimudahkan dengan bervariasi kemudahan. Apabila dahulu kala seorang wartawan tetap mengunjungi kantor tumpuan massa untuk menjatah tulisannya. Kini secara adanya pelayanan tembusan elektronik atau email, akan sangat mengecilkan wartawan mengirim tulisannya ke redaktur dimedia massa.


Masalah pengiriman berita kini tidak lagi alasan. Akan tetapi ada masalah mutakhir yang sering menjangkiti para wartawan pemula, yaitu kekurang percaya dirian wartawan tujum tulisannya, apakah sudah biasa layak muat / tidak. Beberapa pewarta profesional yang memiliki banyak sekali pengalaman, memberikan kita tips mudah agar tulisan kita berkwalitas dan ranggi muat. Berikut tips yang bisa digunakan bagi wartawan perintis:


1# Rajin-rajinlah melancong.


Tak jarang, diperjalanan kita menemukan moment-moment Berita Teraktual yang menarik serta bagus untuk dimuat di media massa. Seperti kecelakaan, perayaan budaya, atau petunjuk sosial lainnya. Tersebut sangat penting, menimbang menjadi seorang pewarta diwajibkan untuk menyandang banyak referensi sederajat bahan berita. Kekurang produktifan wartawan pada menulis berita salahsatunya dikarenakan sedikit amat wartawan memperoleh informasi.


2# Kuasailah Kapasitas dan Skill Kejurnalistikan.


Banyak wartawan pembimbing sering tidak dimuat tulisannya dimedia orang banyak, ini dikarenakan wartawan kurang menguasai & memahami komposisi 1 buah berita yang baik. Dimana unsur 5W1H yang tidak disajikan dgn baik. Maka, seorang wartawan haruslah menyimpan terlebih dahulu skill dan ilmu menyerempet kejurnalistikan, baik di dalam proses penulisan, pengeditan dan pengiriman di media massa. Media massa di Indonesia tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Seorang wartawan harus terbuka itu, jangan cukup tulisan yang member muat tidak tumplak standar suatu prasarana.


3# Tulislah Lepas Baru Edit.


Seorang wartawan sering melakoni kesulitan memulai satu tulisan. Butuh tenggat lama, agar vokal selesai dibuat. Hal tersebut tentu dengan membuang waktu, seorang wartawan harus genius. Tulislah apa dengan sedang difikirkan, segala sesuatu saja. Dari prolog hingga akhir. Trendi kemudian setelah beres, lakukan pengeditan dengan baik dan sah.




4# Tulislah dengan Jujur, Singkat serta Padat.


Data bukti yang telah diperoleh dilapangan, jangan sampai dirubah/dimanipulasi hanya demi menggenapi keinginan/kebutuhan pribadi. Kabar harus jujur biasa, dijabarkan tanpa ada unsur membohongi khalayak. Karena itu ialah tindakan yang mengabaikan kode etik dan apabila ketahuan akan menyemaikan kekecawaan masyarakat terutama pelanggaran hukum. kecuali itu, tulisan tak bertele-tele, artinya segera ke pokok pembahasan. Tersebut akan membuat pembaca merasa bosan dgn tulisan yang disusun. Bahkan redaktur dengan menggagalmuatkan tulisan aku.


5# Periksan Ejaan, Tanda Baca, serta Pola Piramida Terjungkal.


Banyak wartawan pembimbing lalai dalam merasai tanda baca. Kadang kala tulisan sering tak diperhatikan tanda bacanya seperti titik, koma, tanda kutip dan sebagainya. Wartawan juga harus memahami pola vokal segitiga terbalik secara harus ada dalam sebuah tulisan tuturan. Segitiga terbalik yaitu istilah dimana tingkatan atas merupakan sesi tulisan yang luar biasa penting dan mempesona, yang disajikan dalam bentuk lead. Lapisan kedua di tajuk tulisan yang pas penting, biasanya bercorak penjabaran dari data yang ada di bagian lead. Lepek terakhir berupa penutup yang biasanya bobotnya kurang menarik, seharga sebagai pelengkap pula.


Admin · 4228 views · Leave a comment
22 Sep 2015 
Resep Cara Memproduksi Kue Lapis yaitu ulasan yang dengan kami bagikan pada kesempatan kali ini secara mana mungkin bisa bermanfaat terutama bagi anda yang ingin membuat kue lapis tetapi tidak tau bagaimana cara membuatnya. Kue lapis adalah makanan berjenis jajajan kue yang acap kita jumpai terlebih menjadi salah satu makanan yang pasti ada tatkala ada acara sedekah seperti pernikahan.


caramembuatkuelapis termasuk dalam kategori jajanan Kue basah khas Nusantara, makanan ini pas banyak yang menyukainya, Nah, jika anda tertarik untuk membuatnya, langsung saja membaca resep cara menciptakan kue lapis dibawah ini.


Cara Membuatnya:


1. Campurkan dan intensif santan, garam dan juga daun pandan, aduk pelan-pelan hingga mendidih, setelah itu angkat dan seleksi.


2. Kemudian panaskan kembali diatas elektrik kecil, lalu tambahkan margarin dan juga gula pasir, lumat lagi hingga tercampur dan angkat.


3. Setelah itu, ambil wajan lain dan campurkan jadi satu bahan tepung pati dan juga talk beras.




4. Kemudian, tuangkan adonan santan hangat ke dalamnya.


5. Aduk remeh hingga menjadi luluhan kue lapis secara licin.


6. Sehabis itu, bagi plester ini menjadi 3 bagian untuk mempermudah proses pewarnaan.


7. Berilah sekitar 2 tetes pewarna di dalam setiap adonan Kue lapis dan kacau merata.


8. Final ambil loyang dengan sebelumnya olesi lepas dengan minyak goreng dan tuang tiap-tiap adonan. Pertama engkau dapat menuangkan kocokan warna kuning, dulu kukus 10 menit.


9. Setelah itu, lanjutkan dengan luluhan hijau, kukus juga 10 menit & adonan Coklat, luak lagi selama 10 menit


10. Ambil kue lapis dengan sudah jadi dan biarkan dingin.


Nah, sekarang kue lapis 3 warna tutup jadi, jika dikau menginginkan kue lapis dengan banyak corak maka ulangi cara 8-9 dengan menubuhkan adonan sedikit pada sedikit sampai adukan habis.


Admin · 1176 views · Leave a comment